Blog ini isinya ...

Rabu, 15 November 2017

On The NIght LIke This


JI Expo sore hari
Suasana begitu lengang saat saya memasuki arena gelaran siberkreasi yang diselenggarakan oleh Kemeninfo RI ini. Meski lengang, dentuman musik terdengar jelas di antara berbagai stand pengisi pameran. Memang acara ini tidak terlalu tersebar infonya (menurut saya ya) padahal konsep acaranya bagus dan informatif. Saya pun mengetahui acara ini karena melihat informasi dari akun Instagram @moccaofficial yang akan tampil meramaikan panggung utama malam ini. Jarak JI Expo yang memang hanya sepelemparan batu dari kantor, membuat saya berniat untuk datang menyaksikan penampilan mocca secara langsung. Maklum saja band asal Bandung ini begitu saya idolakan. Lagu-lagu MOCCA menemani saya dari masa kuliah dulu di Bandung hingga kini.

Meski mengidolakan MOCCA sejak dulu namun saya belum pernah menyaksikan secara langsung, padahal hampir semua lagu mocca saya hafal. Ada saja yang membuat saya tak bisa menyaksikan penampilan MOCCA. Tapi kali ini saya bertekad harus nonton. Harus.

Pukul empat tiga puluh sore saya keluar dari gerbang sekolah menuju JI Expo bersama abang Gojek. Tak sampai sepuluh menit saya pun tiba di gedung JI Expo. Aneka stand yang unik disertai kalimat-kalimat slogan yang mengajak kita sebagai warga-net untuk berpikiran positif.



Kawan saya yang memang sudah berada di sana dari siang mengatakan bahwa konser MOCCA akan diundur sampai jam 9. Lemas mendadak, karena membayangkan akan pulang selarut apa nanti. Tapi sudahlah dinikmati saja sambal melihat-lihat berkeliling toh besok libur.




Kawan saya itu memberi tahu bahwa di stand Gojek kita bisa mendapatkan saldo Gopay sebesar dua puluh lima ribu rupiah hanya dengan menunjukkan last trip menggunakan Gojek menuju JI Expo. Tentu saja dengan senang hati saya menunjukkan last trip yang hanya terkena tarif sebesar lima ribu rupiah.

Hari itu saya beruntung bisa dapat banyak hadiah dari beberapa stand pendukung acara. Dari hadiah buku agenda, voucher belanja hingga simcard Indosat dengan kuota sekian giga (lupa berapa) menjadi milik saya.


Maghrib menjelang, kami pun masuk gedung JI EXPO untuk sholat di Mushola di lantai 4. Ini gedung terasa sekali tidak enaknya, spooky. Sehabis sholat, kami pun turun dan duduk sambil mengisi daya (padanan frasa untuk kata charging) ponsel.

Meksi perut lapar, tapi makanan yang ada tidak begitu mengundang selera. Jajaran foodtruck pun sepi-sepi saja. Pengunjung juga tak bertambah banyak sementara malam makin bertambah malam. Sedang asyik ngobrol tiba-tiba melintas sosok yang tak asing wajahnya. Giring Nidji lewat di samping saya dan sibuk bicara dengan beberapa orang di belakang saya. Bingung mau foto dengannya atau tidak, takut dibilang alay hahaha. Akhirnya berfoto juga dengan Giring Nidji dengan latar belakang JI EXPO.




Tak hanya berfoto, saya pun dengan cueknya sok akrab dengan Giring
“Mas Giring, Adri mana ya? Dulu dia teman SMA saya.” Yang dijawab santai oleh Giring. Yup, Adri drummer Nidji adalah teman sekelas saya ketika kelas 2 SMA di SMA 54 Jakarta. Kurang tahu juga apa Adri masih ingat heheheh.

Tepat jam 9 malam, MOCCA sudah on stage. Di acara siberkreasi ini, pangung utama berada di dalam gedung. Jumlah penonton yang tak begitu banyak membuat saya bisa berada di barisan paling depan. Tak terkira rasanya hati saya.

What if I give you my smile …
Lagu What if dari album pertama menjadi pembuka pentas MOCCA malam itu. Saya yang hafal lagu itu di luar kepala tentu saja ikut bernyanyi. Yang saya kaget, ternyata di barisan depan banyak penonton laki-laki yang tenyata hafal juga lagu segalau what if dan menyanyi dengan penuh perasaan membuat saya tertawa.
 Come on baby be mine 'coz you're the one i want it to be

Arina Epiphania sang vokalis yang bertubuh mungil terlihat begitu cantik dengan rok berwarna jingga. Ia bergoyang sambal meniup flute ciri khas musik-musik MOCCA. Ikut terhanyut, terbawa suasana dan kenangan meluncur ke Bandung ketika lagu-lagu MOCCA dari album pertama sampai ketiga menjadi soundtrack hidup saya.

Arina juga meminta penonton yang datang, para swinging friends untuk memesan lagu yang ingin didengar. Ada yang meminta Secret Admirer, Me and My Boyfriend, Happy sementara saya meminta lagu Telephone. Saat lagu telephone dinyanyikan giliran saya yang ikut bernyanyi sepenuh hati, mungkin yang lihat penghayatan saya menyanyikan lagu ini bisa tertawa.

It is cold in this October rain
I go to turn on TV
Sit on couch feeling blue
Wait till the phone start to ring
I start to think you forgot
Just as you always do
I don’t wanna hear your excuse bla bla bla
‘coz it’s all makes my day turn to grey
Feeling bored it’s start to haunt me again
I start to discover some clues
Wondering what you have done
Everything went really bad
I start to feel very mad

Namun kegalauan sehabis lagu itu mendadak sirna dengan dinyanyikannya lagu Happy. Nada ringan lagu Happy ini memang bisa mengembalikan mood dengan cepat. Lagu ini selalu ada di playlist saya meski ponsel sudah berganti berkali-kali. Saya suka sekali sepenggal lirik lagu Happy ini. Don’t be affraid when thing goes wrong just be strong.

Hello Dear what can I do for you?
Menjelang penampilan pamungkas, Arina mengundang penonton maju ke depan. Antara ragu dan pingin, akhirnya saya maju ke panggung. Hadiahnya saya bisa selfie bareng teh Arina, nyanyi bareng di panggung bersama MOCCA. Saya minta tolong kawan saya untuk mengabadikan momen langka ini. Lagu yang dimainkan adalah Swing It Bob yang merupakan duet MOCCA dengan penyanyi senior Bob Tutupoli. Duh saya senang tak terkira. Perasaan tak percaya masih hinggap di hati bahkan sampai saat saya Sudah turun panggung.

Jumpalitan ala Nidjiholic
Begitu MOCCA merampungkan penampilannya, tak menunggu lama Nidji langsung bersiap tampil. Para Nidjiholic pun merapat maju. Rasanya sayang kalau tak menyaksikan Nidji mumpung masih di sana. Nidji menggebrak panggung malam itu dengan Laskar Pelangi.

Tak hanya menggebrak, Nidji pun menghanyutkan perasaan dan menerbitkan kegalauan para Nidjiholic dengan menampilkan lagu yang rasa-rasanya tak pernah ditampilkan di konser Nidji yang manapun. Lagu apalagi kalau bukan Sang Mantan. Kawan saya ini pun nampak ikut bernyanyi sepenuh hati dan jiwa (mungkin teringat mantannya), membuat saya tak tahan dan memfotonya. Lucu saja lihat dia begitu, jarang-jarang. Rasanya malam itu pikiran semua orang yang ada dan mendengarkan vokal Giring, sedang tidak di tempatnya. Semua melayang menuju sang mantan.

Mana janji manismu, mencintaiku sampai mati …? Apa saya galau dan teringat sang mantan, jawabannya sudah pasti hahahha.

Setelah sukses membuat hati para nidjiholic tersayat-sayat akibat lagu Sang Mantan, tiba-tiba lampu panggung yang semula redup menjadi menyala terang dan berkelap-kelip ternyata Disco Lazy Time menjadi lagu selanjutnya.

Pukul sebelas malam, kami meninggalkan area JI Expo, padahal Nidji belum merampungkan aksi panggungnya. Tapi tak apalah, saya sudah cukup senang. Bahkan sampai hari ini saya menulis cerita ini saya masih tak percaya kalau saya pernah bernyanyi di panggung yang sama dengan idola saya, MOCCA.